Profil Hasan Basri adalah kisah tentang ulama besar asal Kalimantan Selatan yang berjuang melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Dengan keilmuan agama yang mendalam dan semangat jihad, ia menjadi simbol perjuangan rakyat Banjar dalam mempertahankan harga diri bangsa.
Hasan Basri lahir pada 17 Maret 1916 di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ia tumbuh di tengah keluarga religius dan sejak kecil sudah menekuni pendidikan agama Islam di pesantren-pesantren setempat.
Sejak muda, Hasan Basri dikenal sebagai sosok cerdas, berani, dan memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat Banjar.
Ketika Jepang masuk ke Indonesia pada 1942, Hasan Basri aktif dalam perlawanan rakyat Banjar. Ia menolak segala bentuk penindasan, baik dari Belanda maupun Jepang.
Profil Hasan Basri menonjol ketika ia menggerakkan santri dan masyarakat untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan menggabungkan semangat jihad dan nasionalisme.
Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Hasan Basri memimpin perjuangan rakyat Kalimantan Selatan melawan kembalinya Belanda. Ia memimpin Laskar Mujahidin Kalimantan Selatan, sebuah pasukan rakyat yang berjuang dengan strategi gerilya.
Menurut Wikipedia, pasukannya berhasil menguasai banyak daerah pedalaman dan menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan Kalimantan Selatan dari upaya Belanda untuk kembali berkuasa.
Hasan Basri kemudian diangkat sebagai Komandan Divisi IV ALRI Kalimantan Selatan. Dengan kedudukan ini, ia memimpin perlawanan yang terorganisir melawan Belanda hingga pengakuan kedaulatan Indonesia pada 1949.
Ia juga dikenal tegas menolak perundingan yang merugikan kepentingan rakyat Kalimantan. Sikapnya yang konsisten membuatnya dihormati tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga di kancah nasional.
Setelah Indonesia merdeka, Hasan Basri tetap aktif dalam dunia pendidikan dan dakwah. Ia mendirikan pesantren dan berbagai lembaga pendidikan Islam di Kalimantan Selatan.
Profil Hasan Basri juga mencatat perannya sebagai pemersatu masyarakat Banjar melalui pendidikan, dakwah, dan politik kebangsaan.
Hasan Basri wafat pada 15 Juli 1984 di Banjarmasin. Ia dimakamkan di Kalimantan Selatan dengan penghormatan tinggi dari masyarakat dan pemerintah.
Atas jasa-jasanya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 2001.
Warisan terbesar Hasan Basri adalah teladan keberanian dan konsistensinya dalam memperjuangkan keadilan. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan, sekolah, hingga rumah sakit di Kalimantan Selatan.
Profil Hasan Basri mengingatkan generasi muda bahwa perjuangan bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan pendidikan, dakwah, dan integritas.
Seperti dicatat dalam Britannica, perlawanan di berbagai daerah, termasuk Kalimantan, menjadi bagian penting dari perjuangan nasional Indonesia.
Untuk pembaca yang ingin mengenal pejuang Banjar lain, bisa membaca biografi Pangeran Antasari, pemimpin Perang Banjar yang juga melawan Belanda.
Profil Hasan Basri menggambarkan sosok ulama sekaligus pejuang dari Kalimantan Selatan yang berperan besar dalam revolusi nasional. Dengan semangat jihad dan nasionalisme, ia menjadi simbol keberanian rakyat Banjar dalam melawan penjajahan.

