9 Dec 2025, Tue

Profil Sultan Ageng Tirtayasa adalah kisah tentang penguasa Kesultanan Banten yang dikenal gigih melawan kolonial Belanda melalui VOC. Pada abad ke-17, ia menjadi simbol perlawanan rakyat Banten terhadap penindasan kolonial dan penjajahan ekonomi.


Latar Belakang Hidup

Sultan Ageng Tirtayasa lahir pada 1631 dengan nama Abdul Fattah. Ia adalah putra Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad Rahmatullah, penguasa Banten sebelumnya.

Ketika naik takhta pada 1651, ia bergelar Sultan Ageng Tirtayasa. Julukan “Tirtayasa” diambil dari nama sebuah daerah di Serang, Banten, yang kemudian menjadi pusat perlawanan melawan VOC.


Banten di Masa Sultan Ageng

Pada masa kekuasaannya, Kesultanan Banten mencapai kejayaan sebagai pusat perdagangan internasional. Pelabuhan Banten ramai dikunjungi pedagang dari Arab, Persia, India, Tiongkok, hingga Eropa.

Namun, VOC berusaha memonopoli perdagangan rempah dan merusak kedaulatan ekonomi Banten. Hal inilah yang memicu konfrontasi antara Sultan Ageng dan VOC.


Perlawanan Melawan VOC

Profil Sultan Ageng Tirtayasa semakin menonjol ketika ia menolak tunduk pada monopoli VOC. Ia membangun aliansi dengan kerajaan lain di Nusantara serta menjalin hubungan dengan pedagang asing untuk melawan dominasi Belanda.

VOC menanggapinya dengan agresi militer. Pertempuran besar pun meletus, di mana pasukan Banten di bawah pimpinan Sultan Ageng terus melakukan perlawanan.

Menurut Wikipedia, konflik antara Sultan Ageng dan VOC berlangsung lama dan melemahkan posisi VOC di Banten.


Konflik Internal

Sayangnya, perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa menghadapi hambatan dari dalam. Putranya, Sultan Haji, justru bersekutu dengan VOC karena ambisi kekuasaan.

Perpecahan internal ini dimanfaatkan Belanda untuk melemahkan Banten. Pada akhirnya, Sultan Ageng ditangkap VOC pada 1683 setelah dikhianati oleh putranya sendiri.


Akhir Hidup

Setelah ditangkap, Sultan Ageng Tirtayasa dipenjara di Batavia (Jakarta). Ia wafat pada 1692 dalam usia sekitar 61 tahun.

Meski demikian, perjuangannya dikenang sebagai simbol perlawanan rakyat Banten terhadap penjajahan.


Warisan dan Pengaruh

Sultan Ageng Tirtayasa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 1970. Namanya kini diabadikan sebagai nama universitas, jalan, hingga monumen perjuangan di Banten.

Profil Sultan Ageng Tirtayasa menjadi teladan tentang keberanian, patriotisme, dan pengorbanan demi kedaulatan bangsa.

Seperti dicatat dalam Britannica, perlawanan lokal seperti di Banten berperan penting dalam membangun kesadaran nasional di kemudian hari.

Untuk pembaca yang ingin mengenal tokoh lain dari Jawa, bisa membaca biografi Pangeran Diponegoro, yang juga memimpin perang melawan Belanda.


Kesimpulan

Profil Sultan Ageng Tirtayasa menggambarkan pemimpin besar Banten yang berani melawan VOC meski menghadapi tekanan dari dalam keluarganya sendiri. Semangat juang dan nasionalismenya tetap hidup sebagai inspirasi perjuangan bangsa Indonesia.